Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!

Pembahasan kita kali ini adalah Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!. Di antara hal yang menyibukkan hati kebanyakan umat Islam ialah mencari rizki. Dan menurut pengamatan, sejumlah umat Islam memandang bahwa berpegang dengan Islam akan mengurangi rizki mereka.

Tahu  Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!

Tak cuma sebatas itu, malahan lebih parah dan menyedihkan lagi bahwa ada sejumlah orang yang masih berkeinginan menjaga sebagian keharusan syari’at Islam tapi mereka menyangka bahwa jikalau ingin mendapatkan kemudahan di bidang materi dan kemapanan ekonomi hendaknya menutup mata dari beberapa hukum-regulasi Islam, terpenting yang berkenaan dengan halal dan haram.

Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!

Mereka itu lupa atau pura-pura lupa bahwa Sang Khaliq tidaklah mensyariatkan agama-Nya cuma sebagai tanda bagi umat manusia dalam perkara-perkara akhirat dan kebahagiaan mereka di sana saja. Melainkan Allah mensyariatkan agama ini juga untuk menunjuki manusia dalam urusan kehidupan dan kebahagiaan mereka di dunia. Malahan do’a yang sering dipanjatkan Nabi kita, kekasih Tuhan Semesta Alam, yang dibuat-Nya sebagai teladan bagi umat manusia adalah:

“Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api Neraka”.

Allah dan Rasul-Nya yang mulia tak meninggalkan umat Islam tanpa tanda dalam kegelapan, berada dalam keraguan dalam usahanya mencari penghidupan. Tapi sebaliknya, karena-karena rizki itu sudah diatur dan digambarkan. Jika umat ini ingin memahaminya, menyadarinya, berpegang teguh dengannya serta menerapkan sebab-karena itu dengan bagus, niscaya Allah Maka Yang Pemberi Rizki dan memiliki daya akan memudahkannya menempuh jalan-jalan untuk mendapatkan rizki dari tiap arah, serta akan dibukakan untuknya kebermanfaatan dari langit dan bumi.

Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!

Berikut ini beberapa karena atau kunci untuk menerima rezeki

1. Istighfar dan Taubat

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhan-Mu’, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”. (QS. Nuh: 10-12)

Ayat-ayat di atas membeberkan sistem menerima hal-hal berikut dengan istighfar.

  1. Ampunan Allah kepada dosa-dosanya.
  2. Diturunkannya hujan yang lebat oleh Allah.
  3. Allah akan membanyakkan harta dan buah hati-anak.
  4. Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun.
  5. Allah akan menghasilkan untuknya sungai-sungai.

Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!

2. Taqwa

Imam An-Nawawi mendefinisikan taqwa dengan “Mentaati instruksi dan larangan-Nya”. Maksudnya, menjaga diri dari kemurkaan dan adzab Allah. Menjelaskan itu, siapa yang tidak menjaga dirinya, dari tindakan dosa, berarti ia bukanlah orang bertaqwa. Dia orang yang melihat dengan kedua matanya apa yang diharamkan Allah, atau mendengarkan dengan kedua alat pendengarannya apa yang dimurkai Allah, atau mengambil dengan kedua tangannya apa yang tak diridhai Allah, atau berjalan ke daerah yang dikutuk Allah, berarti tak menjaga dirinya dari dosa.

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Dalam ayat hal yang demikian, Allah membeberkan bahwa orang yang merealisasikan taqwa akan dibalas Allah dengan dua hal.

  • Allah akan mengadakan jalan keluar baginya, artinya Allah akan menyelamatkannya dari tiap kesusahan dunia maupun akhirat.
  • Allah akan memberinya rizki dari arah yang tak dikira-sangka, artinya Allah akan memberinya rizki yang tak pernah dia harapkan dan angankan.

Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!

3. Tawakkal terhadap Allah

Hakekatnya makna tawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, Al-Mulla Ali Al-Qori berkata: “Hendaknya kalian ketahui secara yakin bahwa tak ada yang berperilaku dalam alam wujud ini kecuali Allah, dan bahwa tiap-tiap yang ada, baik makhluk ataupun rizki, pemberian atau pelarangan, bahaya atau manfaat, kemiskinan atau kekayaan, sakit atau sehat, hidup atau mati dan segala hal yang disebut sebagai sesuatu yang maujud (ada), semuanya itu yakni dari Allah”.

Beberapa dalil seputar tawakkal yakni di antara karena diturunkannya rizki adalah:

  • “Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. Ath-Thalaq: 3).
  • Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Al-Muba-rak, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Qhudha’i dan Al-Baghawi meriwayatkan dari Umar bin Khaththab bahwa Rasulullah bersabda: “Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang”.

Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!

4. Beribadah sepenuhnya terhadap Allah

Ada beberapa nash yang menonjolkan bahwa beribadah sepenuhnya kepada Allah termasuk di antara kunci-kunci rizki. Beberapa nash hal yang demikian di antaranya ialah:

  • Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah, dari Nabi beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman, ‘wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)’.”
  • Hadits riwayat Imam Al-Hakim dari Ma’qal bin Yasar ia berkata, Rasulullah bersabda: “Tuhan kalian berkata, ‘Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. Wahai anak Adam, jangan jauhi Aku sehingga Aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tangamu dengan kesibukan”.

Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!

5. Melanjutkan Haji dengan Umrah

Syaikh Abul Hasan As-Sindi membeberkan tentang maksud melanjutkan haji dengan umrah atau sebaliknya berkata: “Jadikanlah salah satunya mengikuti yang lain, dimana dia dikerjakan sesudahnya”. Artinya, jika kalian menunaikan haji karenanya tunaikanlah umrah. Dan apabila kalian menunaikan umrah karenanya tunaikanlah haji, karena keduanya saling meniru.

Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Hibban meriwayatkah dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, Rasulullah bersabda: “Lanjutkanlah haji dengan umrah, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan Surga”.

Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!

6. Silaturrahim

Di antara dalil bahwa silaturrahim termasuk kunci-kunci rizki yakni :

  • Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturrahim”.
  • Hadits riwayat Imam Al-Bukhari dari Anas bin Malik ra. bahwasanya Rasulullah bersabda: “Siapa yang suka untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan usianya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia menyambung silaturrahim”.
  • Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Abu Hurairah ra., dari Nabi beliau bersabda: “Belajarlah tentang nasab-nasab kalian sehingga kalian bisa menyambung silaturrahim. Karena sesungguhnya silaturrahim adalah (sebab adanya) kecintaan terhadap keluarga (kerabat dekat), (sebab) banyaknya harta dan bertambahnya usia”.

Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!

7. Infak di Jalan Allah

Syaikh Ibnu Asyur berkata, “Karenanya dimaksud dengan infak di sini ialah infak yang dianjurkan dalam agama. Seperti berinfak kepada orang-orang fakir dan berinfak di jalan Allah untuk menolong agama”. Dalil yang menyebutkan bahwa infak di jalan Allah merupakan kunci rezeki merupakan :

  • “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya”. (QS. Saba’: 39).
  • “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 268).
  • Hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah ra, Nabi memberitahukan kepadanya: “Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberi rizki) kepada-Mu”.

Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!

8. Berinfak ke pada Penuntut Ilmu Syari’ Sepenuhnya

Termasuk kunci-kunci rizki yakni memberi nafkah terhadap orang yang sepenuhnya menuntut ilmu syari’at (agama). Dalil yang menonjolkan hal ini yaitu hadits riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Anas bin Malik ra. bahwasanya dia berkata: “Dahulu ada dua orang saudara pada masa Rasulullah SAW. Salah seorang daripadanya mendatangi Nabi dan (saudaranya) yang lain bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Nabi maka beliau bersabda: Mudah-mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia”.

9. Berbuat baik kepada Orang-orang yang Lemah

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’dan ia berkata, ‘Bahwasanya Sa’dan merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain. Maka Rasulullah bersabda: “Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah di antara kalian?” “Karena itu, siapa yang ingin ditolong Allah dan diberi rizki oleh-Nya maka hendaknya ia memuliakan orang-orang lemah dan berbuat baik kepada mereka”.

Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!

10. Hijrah di Jalan Allah

Hijrah sebagaimana dikatakan oleh Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani adalah keluar dari negeri kafir kepada negeri iman, sebagaimana para sahabat yang berhijrah dari Makkah ke Madinah. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa berhijrah di jalan Allah termasuk kunci rizki adalah firman Allah: “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak”. (QS. An-Nisa’: 100).

Di samping yang 10 di atas ada juga beberapa referensi yang dapat disimpulkan sebagian kunci rezeki sebagai berikut :

  1. Menikah
  2. Umroh dan Haji
  3. Komunikasi (Horizontal dan Vertikal)
  4. Golongan Kanan
  5. Jaringan (Network) / Relasi / Silaturrahim
  6. Pengetahuan / Potensi / Minat
  7. Impian dan Keyakinan
  8. Fokus / Totalitas
  9. Istiqomah / Konsisten
  10. Syukur dan Sabar

Akan kian luar umum dan dahsyat rezeki kita apabila kedua puluh amalan / kunci di atas dilaksanakan. Oleh karena itu laksanakanlah amalan / kunci di atas dengan sebaik-baiknya dan setulus-ikhlasnya.

Sekian informasi seputar Tahu Kunci Rizki dari Allah untuk Hamba-Nya yang Beriman? Mengapa Enggak!, semoga post kali ini membantu kawan-kawan semua. Tolong artikel ini dishare supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Komunitas SB1M
loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *